PERAN PENTING DAN MANFAAT PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM)

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat untuk masyarakat yang bergerak dalam bidang pendidikan. PKBM ini masih berada di bawah pengawasan dan bimbingan dari Dinas Pendidikan Nasional.

Fungsi PKBM dalam Masyarakat 
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat PKBM memiliki peranan, antara lain: Sebagai fasilitator bagi masyarakat golongan tidak mampu untuk mengenyam pendidikan yang berkualitas, sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat, dan sebagai pusat pelayanan dan sumber informasi. Diharapkan eksistensinya dapat mendukung program pemerintah dalam upaya menuntasan wajar 9 tahun guna peningkatan sumber daya manusia yang berpendidikan dan memiliki taraf hidup yang lebih baik

Peran PKBM memerangi angka putus sekolah sangatlah strategis. Sebab PKBM ( Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) sebagai jalur pendidikan non formal dan informal diselenggarakan. Paket A/B/C adalah program kesetaraan yang diselenggarakan di bawah naungan PKBM. Ujian kesetaraan yang dilakukan PKBM mampu mengurangi angka putus sekolah.

Peran pemerintah dalam rangka mengurangi beban putus sekolah sangat besar perhatianya, Anggaran APBN mencapai 286 trilyun. Hal ini akan disalurkan untuk pendidikan formal dan non formal. Namun tidak semua PKBM mendapatkan dana operasional. Meski demikian, PKBM tetap berupaya melayani siswa/i yang ingin belajar dan ujian, agar memiliki kesetaraan atau eligibilitas dengan sekolah umum/formal.

Putus Sekolah
Berdasarkan Kementerian Pendidikan Nasional di 2008, setiap tahunnya 1,5 juta remaja tidak dapat melanjutkan sekolah. Bahkan pada 2010, jumlah anak jalanan untuk daerah Jakarta saja sudah mencapai 4.000 anak (Bappenas).
Di Kota Tangerang Selatan Jumlah siswa putus sekolah peserta didik PKBM  tahun 2018 kurang lebih 3000 siswa (dapodik)

Sementara itu, data tahun 2009 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menunjukkan bahwa jumlah anak putus sekolah SD rata-rata 600.000 hingga 700.000 siswa per tahun. Sementara itu, jumlah anak putus sekolah SMP rata-rata 150.000 sampai 200.000 orang siswa setiap tahun.

Data BKKBN, di lain pihak, menyebut jumlah anak-anak putus sekolah tahun 2009 meningkat pesat dibandingkan jumlahnya pada 1996. Pada 1996, terdapat 1,7 juta siswa putus sekolah, sedangkan pada 2009, mencapai 11,7 juta siswa. Sebagian besar anak-anak tersebut berusia antara 7 hingga 15 tahun.

Dari berbagai laporan kita bisa melihat angka putus sekolah cukup tinggi, pengangguran di tingkat pelajar dan anak remaja yang putus sekolah menjadi persoalan yang perlu segera dikurangi.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *